Sepertinya Hanya Sebatas " Kagum "

Posted by Ahmad Khairudin on 05.17 with No comments

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Tulisan ini adalah bagian kecil dari rekaman kejadian yang terlihat dalam langkah kecil seorang pejuang pena

  Ternyata hanya sebatas “Kagum”, Sepasang mata itu hampir tak berkedip melihat seseorang yang berada di sudut masjid, terlihat seseorang dengan penuh kekhusyuan membaca lantunan kalamullah yang pasti tertulis indah di mushaf qur’an kecil berwarna hitam yang di gengamnya, dengan  suara yang tenang dan fasih. Tak hentinya orang itu membaca walaupun derasnya air hujan diluar memecahkan kesunyian senja yang indah. Andai pemimpin – pemimpinku semua seperti itu !!!.

  Aku mengenalnya walaupun tak semua dan hanya mengenal nama, mereka adalah sosok yang ramah, baik, pendiam, dan memiliki keimanan yang tak diragukan,aku melihat mereka adalah pemimpin sebenarnya, dan mengapa bukan mereka ?? itu selalu menjadi sebuah pertanyaan hati kecil dalam setiap lamunan. Mereka  adalah seseorang yang ikhlas berjuang tanpa adanya imbalan dan pujian, mereka adalah orang – orang yang mengabdikan untuk mensyiarkan islam dan kebaikan lewat lembaga – lembaga yang ada. Mengapa bukan mereka saja ?

  Secara teori dan terdefinisi Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan dan kelebihan disatu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Ya itu hanya sebatas definisi, begitu indah namun dalam pelaksanaan tak semua pemimpin menjalankan amanahnya dengan baik. Bukan hanya baik menurut pribadi pemimpin itu namun juga baik menurut setiap orang – orang yang dipimpinnya. 

  Ya, ternyata hanya sebatas “ kagum ”, aku mengagumi mereka belum tentu dapat menjadi seperti mereka,malah bisa jadi aku lebih buruk dari mereka, mereka semua mengingatkan aku pada seorang sahabat yang sangat ku idolakan , “ Khalid bin Walid ” , teringat sebuah cerita Khalid saat beliau diturunkan oleh khalifah Umar dari seorang panglima perang menjadi prajurit biasa, bagaimana beliau mengajarkan keikhlasan tanpa mengharapkan imbalan, berjuang tanpa mengejar eksistensi dan pujian, Khalid tidak terobsesi dengan ketokohannya. Ia tidak menjadikan popularitas sebagai tujuan. Itu dianggapnya sebagai bagian dari buah perjuangan. Hal itulah yang pernah diungkapkan Khalid mengomentari pergantiannya, “Saya berjuang untuk kejayaan Islam. Bukan karena Umar!”Jadi, di mana pun posisinya, selama masih bisa ikut berperang, stamina Khalid tetap prima. Itulah nilai ikhlas yang ingin dipegang seorang sahabat Rasul seperti Khalid bin Walid. Yang kisahnya menjadi catatan indah kepemimpinan islam dan lembar sejarah islam yang pasti akan dikenang sepanjang masa.

  Teringat pula hadis Rasulullah saw. Beliau mengatakan, “Siapa memurkakan Allah untuk meraih keridhaan manusia maka Allah murka kepadanya dan menjadikan orang yang semula meridhainya menjadi murka kepadanya. Namun, siapa meridhai Allah meskipun dalam kemurkaan manusia maka Allah akan meridhainya dan meridhakan kepadanya orang yang pernah memurkainya. Allah memperindahnya, memperindah ucapan dan perbuatannya.” (HR. Aththabrani)

  Ya memang, ternyata hanya sebatas “ Kagum ”, karena aku adalah seseorang yang belum lama memulai memperbaiki diri,masih terlalu cepat ketika lisan kalian melantunkan pujian. berharap dari kekaguman ini saya bisa banyak belajar memperbaiki diri, bukan hanya agar diri ini baik secara penilaian diri, namun menjadi pribadi yang baik di mata sang illahi..

Sebatas “kagum”……..ya Sepertinya Hanya Sebatas " Kagum "

Reaksi: