| Press Release | (PR) | Pekerjaan Rumah | Aliansi Pendidikan Departemen Pendidikan Se-UNJ

Posted by Ahmad Khairudin on 12.25 with No comments

Oleh : Ahmad Khairudin*

“Mari budayakan budaya kita selayaknya mahasiswa, budaya literasi yang kita gunakan sebagai sarana belajar, yaitu baca, diskusi dan tulis. Dan jika belum sanggup menjadi mahasiswa yang idelis setidaknya jangan menjadi mahasiswa yang apatis”.

Ahmad Khairudin

Berdidkusi adalah sebuah interaksi komunikasi antara dua orang atau lebih/kelompok. Biasanya komunikasi antara mereka/kelompok tersebut berupa salah satu ilmu atau dasar pengetahuan dasar yang akhirnya akan memberikan rasa pemahaman yang baik dan benar (Wikipedia). Diskusi ini bisa berupa apa saja, bisa pencerdasan sebuah isu yang berkembang, masalah yang sedang panas dan kebijakan-kebijakan publik, berdiskusi dengan seseoarang atau sekelompok orang tertentu itu semua kita lakukan atas dasar suatu alasan. Kita diskusi karena ingin mengenal  dan mengetahui pemikiran atau pendapat seseorang atas isu yang dibahas, ingin memperkaya dan memperluas wawasan, atau mencari bahan perbandingan, atau ingin mencari bahan pembanding atau ingin mengidentifikasi prinsip, kiat-kiat dan sejumlah alasan lainnya.

Sewaktu kita hadir didalam sebuah diskusi, sadar atau tidak  kita selalu menerapkan kebebasan dalam pembuatan pilihan “freedom to choose”. Apakah menerima atau menyetujui, apakah mempertanyakan ataukah mengenyampingkan untuk sementara bagian-bagian isu yang di bahas. Freedom to choose adalah hak untuk setiap orang. Mengikuti paksaan atau menerima tekanan juga sebuah pilihan, dan sama seperti sebuah hukum alam sebab akibat  yang selalu berkaitan dengan freedom to choose ini. Tapi jangan biarkan ketika kalian datang ke diskusi dalam keadaan kosong (red : tidak mempunyai bacaan sebelum kajian)

Saran saya adalah kita harus memilih sikap proaktif ketika melakukan sebuah diskusi, baca dulu apa yang menjadi isu dalam pembahasan kajian, mendengarkan dan memahaminya secara bijak, sikap ini adalah sebuah sikap yang dibutuhkan untuk menumbuhkan dan membangun jiwa pembelajar pada diri serta membangun karakter manusia pembelajar yang sejati.

Jalannya Diskusi

Jakarta 22/4/2013, Departemen pendidikan BEM UNJ mencoba mengajak aktivis mahasiswa bidang departemen pendidikan yang terhimpun dalam HMJ/BEMJ/HIMA/BEMF se-UNJ untuk sama-sama mendiskusikan isu Hari pendidikan Nasional 2 Mei Mendatang. Di moderatori oleh Indra restu Fauzi selaku ketua Education watch UNJ 2012 dan founder kuliah IKIP Online, diskusi yang di hadiri oleh aliansi departemen pendidikan yang berjumlah 32 orang dari masing masing jurusan dan Fakultas yang ada di UNJ, bertempat di saung pendopo Jurusan seni tari, itu terlihat begitu semangat.

Di awali dengan seruan lantang yang menjadi ciri khas dari mahasiswa, sebuah teriakan “Hidup Mahasiswa” , membuat diskusi ini semakin menarik perhatian peserta diskusi. Randy setiyawan selaku penanggung jawab peringatan hardiknas tanggal 2 mei mendatang mencoba melemparkan sebuah isu dan wacana apa masalah penting yang harus diangkat ketika hari pendidikan nasional. “UN dan kurikulum 2013 masih jadi point penting terkait isu yang akan kita angkat nantinya ketika aksi 2 Mei di Kementrian Pendidikan”.Tegas Randy dalam orasinya di tengah peserta diskusi.

Lebih dari 60 menit berdiksusi mahasiswa UNJ yang tergabung dalam aliansi departemen pendidikan se-UNJ, memberikan respon yang cukup menarik, solutif dan provokatif dalam menyikapi kebijakan dan sistem pendidikan yang ada di Indonesia.

UN yang menjadi sorotan klasik sejak tahun 2009 yang selalu menjadi Isu setiap aksi hari pendidikan nasional, tapi kenapa masih terus di berlakukan, padahal sudah ada keputusan MA dengan menggugat beberapa pihak dengan surat putusan pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan pengadilan tinggi DKI Jakarta. Serta Kurikulum 2013 yang terlalu tergesa – gesa padahal disana masih banyak ketidaksiapan kementrian dalam menyiapkan kurikulum baru tersebut, dan jika diambil satu benang merah permasalahannya adalah UN dan Kurikulum 2013 yang syarat akan kecurangan, keterburu-buran dan mengejar proyek.

Pernyataan sikap

Namun terlepas dari hal itu untuk sebuah pernyataan sikap seharusnya kita mahasiswa bisa berfikir baik dan bijak. Mari kritisi, evaluasi dan berikan solusi untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik, bukan hanya berpendapat untuk mengungkapkan maslah dan hal yang salah, tapi juga memberikan solusi untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik.

Kita boleh menolak UN dan harus menolak Kurikulum 2013, tapi kita tau atas dasar landasan apa kita menolak dan bergerak untuk aksi Hardiknas 2 mei mendatang.

Sebagai Saran penting kami dari Dept. Pendidikan BEM UNJ meminta Beberapa point penting, diantaranya :
1.      Masing masing tiap dept pendidikan Baik di jurusan/Fakultas mengadakan kajian untuk persiapan aksi hardiknas 2 Mei 2013 untuk pencerdasan isu Aksi Hardiknas
2.      Mengajak, mensosialisasikan dan menginformasikan kepada masyarakat kampus UNJ untuk ikut serta dalam AKSI Hardiknas tanggal 2 Mei 2012
3.      Membuat Tulisan hasil kajian – kajian yang di kirimkan ke beberapa media online ataupun cetak/ media kampus untuk mempublikasikan hasil kajian yang diskusikan
4.      Hadir dan Suarakan suara kita, suara mahasiswa yang memang masih peduli pendidikan Indonesia di Hardiknas 2 Mei 2013 nanti.


HIDUP MAHASISWA.....

HIDUP PENDIDIKAN INDONESIA......

HIDUP RAKYAT INDONESIA.......................


@Pendopo Seni Tari FBS UNJ

*Penulis adalah Mahasiswa Biasa Pendidikan Teknik Elektronika Fakultas Teknik UNJ ’09 | Staff Departemen Pendidikan BEM UNJ | @A_khairudin | ahamdkhairudin5.blogspot.com

Nb :
- Untuk Bahan Referensi Paper kajian Deptdik BEM 2011 Mengenai UN bisa di Cek DI SINI
- Dan, Tulisan saya yang masuk Media opini mengenai UN bisa di baca DI SINI yang saya sampaikan ketika Rekan-rekan HIMA Managemen Pendidikan Mengadakan Diskusi UN Senin kemarin di Daksinapati FIP UNJ, dan INI

Reaksi: